Wednesday, January 14, 2009

3 Rangkap Pena

Lebih seminggu lelah ini menghantui, menyerap semua rasa di dalam tubuhku. Letih, longlai hingga kini aku tidak mampu untuk berkata apa lagi. Ini ujian,ya..Barangkali ini semua ujian. Siapa tahu?

Masa yang dilalui kurasakan semakin lambat. Akal yang selama ini mampu menjalankan pelbagai tumpuan kini kosong. Aku dapat merasakan satu kekosongan yang termat. Satu tekanan yang terlampau berat untuk aku pikul. Seakan adanya sesuatu yang menggangu semua ini. Hingga kini persoalan itu masih belum mampu untuk aku jawab.

Minggu-minggu ini seakan mati. Langit yang luas terbentang selalu mendung. Malam tiada lagi bintang. Sakit.

Tuesday, January 6, 2009

Lagu Untukmu....

Air Mata 2009...

Tahun baru 2009 melakar permulaan sebuah kisah baru yang semakin menghakis perasaan. Semakin kuat ikatan itu semakin kuat halangan yang pasti akan mendatang. Segala ujian itu semua adalah untuk menguatkan lagi rasa cinta. Tapi sejauh mana mampu tubuh menahan sedikit demi sedikit dugaan itu. Perjalanan percintaan 2008 ditutup kisahnya dengan sebuah persoalan, sebuah kesedihan, sebuah rasa kecewa. Bila jasad jauh di seberang, tahun baru seolah tidak lagi bermakna. Saat yang lain bersorak bersama insan tersayang. Merhargai segala detik yang dilalui bersama itu. Malam itu juga menyambut kesedihan. Menyambut air mata yang tidak pernah lelah...

Hati yang rindu selalu merasa resah. Resah kerana cinta terlalu jauh. Jauh. Saat itu pasti perasaan curiga akan hadir. Hadirnya rasa itu melalui hati. Aku tidak menolak untuk merasa demikian. Sesungguhnya dia dapat merasakan sesuatu. Tangisannya sebenarnya masih belum dia sendiri tahu datangnya. Dia sendiri tidak mengetahui mengapa dia menangis.

"Jiwa yang telah jatuh cinta bukan sesuatu yang biasa. Sedangkan rasa itu sendiri masih belum pasti asal usulnya. Pergilah berlari sejauh 7 langit bumi, 7 petala langit. Aku pasti tidak mungkin datang jawapannya. Hanya ada pada Yang Maha Esa."

Tangisan Saleha tidak berhenti di sini. Terus hingga saat ini, jiwanya semakin merasa gelisah. Hatinya masih belum bertemu jawapan yang pasti. Saat ini dia akan menangis. Kasih Cinta Hati yang selama ini dikasihi dan disulami pelukan cinta, terasakan akan jauh benar dirinya itu. Dia inginkan sebuah cinta yang abadi yang sepenuhnya adalah miliknya seorang. Dia mahukan sekeping hati yang terasa bagaikan semakin jauh.

Tertanya akan di dalam hatinya, adakah aku masih mencintainya seperti dulu...? Seperti saat-saat indah yang dilalui bersama.

Dari sudut jiwaku, cinta, hati, kasih sayangku masih milikmu Saleha....

"Disini aku masih sendiri
Merenungi hari-hari sepi
Aku tanpamu
Masih tanpamu

Bila esok hari datang lagi
Ku coba untuk hadapi semua ini
Meski tanpamu meski tanpamu

Bila aku dapat bintang yang berpijar
Mentari yang tenang bersamaku disini
Ku dapat tertawa menangis merenung
Di tempat ini aku bertahan

Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya

Suara dengarkanlah aku
Apakah aku slalu dihatinya
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya

Kalau ku masih tetap disini
Ku lewati semua yang terjadi
Aku menunggumu Aku menunggu

Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya

Suara dengarkanlah aku
Apakah aku ada dihatinya
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya

Suara dengarkanlah aku"

Hijau Daun - Suara (Ku Berharap)